ACER Liquid Z120 - White SAMSUNG Galaxy Star [S-5282] - White APPLE iPhone 5 16GB - White SMARTFREN Andromax C

Dua kelompok di Klender tawuran, saling lempar petasan dan batu

Sudah didamaikan tiga kali oleh polisi, warga Kebon Singkong, Duren Sawit dengan Cipinang Jagal masih melakukan tawuran. Saat ini warga dari kedua kecamatan tersebut sekitar pukul 22.00 WIB tawuran di Jalan raya I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur.

"Iya saat ini masih penanganan petugas. Itu sudah tiga kali kita damaikan tapi masih saja begitu terus. Kejadiannya 20 menit yang lalu," ujar Kapolsek Pulogadung, Kompol Zulham Effendi.

Kejadian berawal saat bulan puasa lalu, warga Kebon Singkong melempar petasan ke arah Cipinang Jagal. Akibat lemparan petasan tersebut, satu warga Cipinang Jagal terluka di bagian lengan sebelah kiri.

Aksi tawuran malam ini, menurut Zulham merupakan aksi balas dendam yang dilakukan oleh warga Cipinang Jagal. Dalam aksi tawuran malam ini, warga membawa petasan dan saling lempar batu.

"Iya (Balas dendam). Sebagian bawa senjata tajam, petasan sama batu. Ini lagi dalam penanganan," ucapnya,

Tawuran tersebut dilakukan oleh ratusan warga dari Kebon singkong dan Cipinang Jagal.

BMW nyemplung di Kolam Bundaran HI


Sebuah sedan BMW bernopol B 291 LJ nyelonong dan nyemplung di kolam Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Tidak ada korban jiwa, tapi seluruh mobil terendam air.

"Sekarang masih dalam penanganan petugas. Mobil belum diangkat," kata Petugas TMC Polda Metro Jaya, Aiptu Kasno .

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB tadi. Tidak ada penumpang selain sopir. Saat ini pria tersebut masih diperiksa polisi.

"Belum tahu penyebabnya karena apa. Sopir dalam keadaan mabuk atau tidak juga masih kita periksa. Belum bisa disimpulkan," kata Kasno.

Kejadian mobil nyelonong hingga nyemplung di Kolam Bundaran HI ini seringkali terjadi saat dini hari. Biasanya penyebab karena sopir kehilangan kendali atau tidak sadar karena mabuk.

Terminal Pasar Minggu Untuk Pedagang Kaki-5

Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan sebagian Terminal Pasar Minggu untuk pedagang Kaki-5 berjualan pada malam hari. Melalui kebijakan ini diharapkan pedagang tidak lagi menjajakan usahanya di badan jalan.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, penanganan pedagang Kaki-5 di kawasan Pasar Minggu belum maksimal. Ini dikarenakan masih banyaknya pedagang Kaki-5 di malam hari. “Meksi sudah dibatasi hingga pukul 5 tapi kenyataannya pedagang banyak yang masih berjualan hingga pukul 7,: ujar Pristono.
Karenanya Pristono yang juga koordinator penanganan kemacetan di pasar ia akan merelakan sebagai lahan di Terminal Pasar Minggu untuk pedagang Kaki-5 malam hari berjualan. “Untuk pedagang Kaki-5 siang ari sudah kita beresi dengan menempatkan mereka di lokasi binaan (lokbin) yang ada. Sekarang kita lagi fokus untuk pedagang yang malam hari,” ucapnya.
Adapun dari data yang diperoleh pedagang Kaki-5 siang hari ada sebanyak 523 pedagang. Sedangkan PKL malam hari ada 1.119 pedagang. “Terminal Pasarminggu bisa menampung hingga 594 lapak, sisanya kita akan relokasi ke Rumah Potong Unggas milik Dinas Peternakan,” jelas Pristono