ACER Liquid Z120 - White SAMSUNG Galaxy Star [S-5282] - White APPLE iPhone 5 16GB - White SMARTFREN Andromax C
Showing posts with label banjir jakarta. Show all posts
Showing posts with label banjir jakarta. Show all posts

Gasak iPod Milik Penumpang, Tatang Digiring ke Polisi


Gasak iPod milik penumpang kereta, seorang pria ditangkap satpam PT Kereta Api di Stasiun Pasar Minggu, Rabu (22/5) malam.
Dari tangan tersangka Tatang, 28, warga Jatipadang, Pasar Minggu disita barang bukti Ipod merek Apple milik Kurniawan.
Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 22.30, korban baru saja naik KRL tujuan Jakarta – Bogor. Ternyata pria yang ada di belakang korban langsung menjambret Ipod yang genggamnya.
Usai mendapat iPod itu pelaku kabur. Namun aksinya dilihat Rahmat, satpam PT Kereta Api yang mengejarnya. Tersangka akhirnya berhasil ditangkap dan sempat dihakimi massa.
Tatang kemudian dibawa ke posko untuk diperiksa. Pihak PT Kereta Api segera menghubungi petugas Polsek Pasar Minggu. Ia pun digelandang ke kantor polisi guna penyidikan.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Adri Desas Furyanto menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut

Jakarta Darurat Banjir


Gubernur jakarta Bapak Joko Widodo atau Jokowi telah menetapkan bahwa jakarta darurat banjir sampai tanggal 27

januari 2013,hujan deras yang terus menerus terjadi di jakarta dan bogor telah mengakibatkan banjir besar di

jakarta pada hari kamis /17-januari-2013.
siapapun tidak menyangka kalau banjir besar tiba tiba datang menghantam sejumlah daerah di jakarta,sampai

sampai ada beberapa daerah yang tidak pernah tersentuh banjir tiba tiba terkena imbah banjir sehingga

lalulintas lumpuh seperti yang terjadi di daerah Thamrin dan Sudirman.Kawasan Bundaran Hotel Indonesia banjir

hingga setengah meter di akibatkan dari jebolnya tanggul di Latuharhari karena tidak kuat menahan kuatnya arus

banjir.
bahkan di kawasan sarinah tergenang hingga 1 meter lebih hingga tidak bisa di lalui kendaraan,sehingga

melumpuhkan aktivitas perkantoran di kawasan Thamrin-Sudirman,Bahkan Istana negara ikut terkena banjir hingga

60cm.
Menyikapi banjir ini banyak juga bila baca komentar pembaca di berbagai media yang menyalahkan jokowi sebagai

gubernur jakarta dan ada sebagian besar juga yang mendukung jokowi karena banjir terjadi ketika jokowi baru

menjabat gubernur sekitar 3 bulan,padahal kalau di pikir masak masak memang ada benarnya,nggak mungkin dalam

waktu yang singkat seorang jokowi bisa mengatasi banjir yang melanda jakarta,banjir yang kini melanda wilayah

Jakarta, penanganannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintahan Joko widodo (Jokowi) semata. Semua

elemen warga Jakarta harus bergotong royong menyelesaikannya.
saat kondisi seperti ini, kita  tidak bisa hanya saling menyalahkan, termasuk menyalahkan Jokowi dan Ahok.

Pasalnya, meski baru 3 bulan menjabat.Di perlukan kesadaran masyarakat jakarta juga dalam menjaga lingkungan

dan kebersihan serta tidak membuang sampah sembarangan sehingga tidak menyumbat saluran drainase dan sungai

sungai yang melintasi jakarta.
Setelah banjir ini marilah kita berharap jokowi dan ahok bisa menemukan solusi menghadapi banjir tahunan yang

selalu melanda jakarta,ada beberapa solusi jangka panjang yang bisa dioptimalkan untuk mengatasi bencana banjir

di Jakarta, di antaranya pembenahan sistem drainase Jakarta, normalisasi kali besar, seperti Kali Pesanggrahan,

Angke, dan Sunter. Sebab, kemampuan sungai-sungai di Jakarta untuk mengalirkan air, turun drastis akibat

pendangkalan dan penyempitan.
juga harus ada kerjasama dengan pemda jawa barat khususnya kabupaten bogor agar bisa mengatasi banyaknya

pembangunan vila mewah di daerah puncak yang mengakibatkan hilangnya sistem resapan air bila hujan datang.harus

ada sistem penghijauan kembali daerah puncak untuk resapan air hujan.
   Selanjutnya marilah sama sama memikirkan solusi mengatasi banjir jakarta,daripada saling lempar kesalahan

atau kritik yang di tujukan kepada pemda DKI lebih baik kita memberikan pendapat yang berguna bagi mengatasi

segala permasalahan banjir yang setiap tahun melanda jakarta.

BNPB: Isu Banjir Terbesar di Jakarta Tidak Benar

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membantah adanya banjir besar yang akan melanda Jakarta pada Rabu (16/1/2013) pagi. Isu mengenai Jakarta menjadi lautan ini beredar melalui BlackBerry Messenger (BBM). Dalam pesan itu disebutkan bahwa Ibu Kota akan mengalami banjir besar pada Rabu subuh akibat dibukanya pintu air Bendung Katulampa pada Selasa (15/1/2013) sore karena tak mampu menahan volume air yang terus meningkat. Pesan itu juga menyebutkan bahwa banjir yang akan terjadi besok merupakan banjir terbesar di Indonesia. Sutopo menegaskan, ketinggian air di Bendung Katulampa pada Selasa sampai pukul 20.00 WIB ada di ketinggian 130 sentimeter. "Pesan yang beredar itu hoax, tidak benar. Enggak benar itu, kami catat ada sekitar 50 kelurahan yang terkena banjir. Tapi kalau informasi Jakarta akan menjadi lautan besok pagi, itu enggak benar," kata Sutopo, Selasa malam. Sutopo meminta kepada warga untuk tidak memercayai isu tersebut dan tidak menyebarkannya. Hujan yang mengguyur Jakarta selama satu hari ini membuat sejumlah titik tergenang air. Di wilayah Kampung Pulo dan Gang Arus, Jakarta Timur, ketinggian air merendam permukiman warga sekitar tiga meter. Kepanikan juga terjadi menyusul banyaknya informasi yang beredar di masyarakat bahwa air kiriman dari wilayah Bogor akan mencapai puncaknya pada pukul 04.00 WIB, Rabu besok. Sampai berita ini ditayangkan, hujan yang mengguyur Jakarta sudah mulai reda. Akan tetapi, ketinggian air di Sungai Ciliwung masih meluap ke permukiman maupun jalan raya sehingga memaksa ribuan warga terpaksa mengungsi dan memicu kepadatan lalu lintas.

Banjir, Jalan Jatinegara Barat Terputus

Meningkatnya muka air di Sungai Ciliwung menyebabkan air menggenangi tidak hanya permukiman bantaran, melainkan juga jalan. Kondisi itu terjadi di Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur. Genangan air menyebabkan penghubung antara Jalan Otista dan Jalan Matraman itu terputus. . Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan tersebut terjadi mulai dari Jalan Jatinegara Barat, tepatnya di depan Sekolah Santa Maria hingga depan kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur. Ketinggian air itu pun memiliki tinggi rata-rata, yakni betis orang dewasa. Di ujung genangan air, puluhan warga setempat tampak berkerumun. Mereka merekam kondisi memprihatinkan tersebut melalui ponsel masing-masing. Di antara mereka pun tampak anak-anak bermain di genangan air berwarna cokelat itu. Kondisi itu mengakibatkan arus lalu lintas dari Jalan Otista menuju Jalan Matraman dialihkan sementara. Polisi memberlakukan contra flow bagi kendaraan roda dua dan roda empat melalui Jalan Balimester serta menyambung ke Jalan Jatinegara Timur dan berakhir di depan Gereja Koinonia hingga masuk ke Jalan Matraman Raya. Akibat pengalihan lalu lintas tersebut, arus lalu lintas di Jalan Ottista mengalami macet hingga sepanjan satu kilometer. Petugas kepolisian pun tampak berjaga di lokasi mengatur lalu lintas.

Sudah 50 Kelurahan di Jakarta Terendam Banjir

Jakarta - Kawasan yang terendam banjir di Jakarta masih terus bertambah. Bahkan hingga malam ini, sudah ada 50 kelurahan yang terendam banjir. "Hingga pukul 20.00 Wib, data sementara terdapat 50 kelurahan terendam banjir. Sebanyak 6.101 jiwa mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disiapkan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya, Selasa (15/1/2013). Berdasarkan data dari BNPB, di kawasan Jakarta Timur, daerah yang terendam banjir adalah Kec Jatinegara (Kel Bidara Cina dan Kampung Melayu), Kec Kramat Jati (Kel Cawang dan Cililitan). Di Jakarta Selatan, banjir menggenangi Kec Tebet (Kel Bukit Duri dan Kebon Baru), Kec Pancoran (Kel Rawajati), Kec Pasar Minggu (Kel Pejaten Timur dan Cilandak Timur), Kec Kebayoran Lama (Kel Pondok Pinang dan Kebayoran Lama Utara), Kec Pesanggrahan (Kel Petukangan Selatan, Bintaro, Ulujami dan Cipulir), Kec Cilandak (Kel Cilandak Barat dan Kelurahan Pondok Labu), Kec Kebayoran Baru (Kel Petogogan), Kec Jagakarsa (Kel Tanjung Barat). Di Jakarta Pusat banjir di 3 kelurahan yaitu Kel Galur, Kec Johar Baru, lalu di Kel Petamburan di Kec Tanah Abang, serta di Kel Cideng di Kec Gambir. Di Jakarta Barat, banjir terjadi di Kec Kebon Jeruk (Kel Kedoya Utara, Duri Kepa dan Sukabumi Selatan), Kec Kembangan (Kel Kembangan Utara, Joglo dan Meruya), Kec Grogol Petamburan (Kel Grogol, Tomang, Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren Utara, Jelambar, Jelambar Baru, dan Wijaya Kusuma), Kec Cengkareng (Kel Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat, Kedaung Kaliangke dan Rawa Buaya). Di Jakarta Utara, banjir terjadi di Kec Kelapa Gading (Kel Kepala Gading Timur dan Pegangsaan Dua), Kec Tanjung Priok (Kel Tanjung Priok, Sunter Agung dan Kebon Bawang), Kec Pademangan (Kel Pademangan Barat), Kec Penjaringan (Kel Penjaringan, Pejagalan, Kamal Muara, Kapuk Muara dan Pluit).