Seorang penumpang KA Gumarang turun dari kereta dibekap bandit di dalam Stasiun KA Senen, Jakarta Pusat, Selasa (11/6) pagi. Dompet berisi uang Rp 1,7 juta berikut ATM dan Sim C raib dibawa pelaku.
Suworno,43, warga Jalan Simowo Baru Gang Anggur Kelurahan Sepajang, Surabaya, Jawa Timur, bersama rekannya dari kampung melapor ke Polsek Senen. “Memang lokasi di dalam stasiun tidak aman, padahal satpam banyak tapi tidak pernah ngontrol situasi,”papar korban di kantor polisi.
Datang ke Jakarta karena ada kerjaan untuk menyelesaikan proyek.Korban datang bersama ahli bangunan. Keterangan yang diperoleh, sekitar pukul 05:30, KA yang ditumpangi korban tiba di Stasiun Senen.
Kontraktor itu kemudian turun dari gerbong sambil menenteng tas kecil menuju pintu keluar. Namun naas, bandit yang sudah mengintai sejak korban turun tiba-tiba membekapnya dari belakang dalam hitungan detik dompet diambil dari saku celana, dan pelaku di tengah keramaian penumpang kabur ke arah Jalan Kramat Bunder.
Disaat korban merogoh kantong, ia baru sadar ternyata dompet berisi uang dan surat-surat penting raib dibawa dua bandit yang membekapnya disaat mau keluar dari stasiun
Showing posts with label cerita dewasa. Show all posts
Showing posts with label cerita dewasa. Show all posts
'Burung' tak bisa bangun, kakek 76 tahun bayar ABG pamer dada
Bukannya berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, Kakek bercucu empat, Hk (76) justru masih memburu nafsu syahwatnya. Hk membayar wanita untuk memperlihatkan bagian tubuhnya.
"Dia membayar anak baru gede (ABG) buat mempertontonkan payudaranya. Bahkan sampai meremas," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Rahmat.
Rahmat menambahkan korban yang sudah diketahui adalah Sum, Sel, dan Don. Ketiganya masih di bawah usia yang tinggal tidak jauh dari lokasi rumah pelaku di Jalan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Ketiga ABG itu awalnya diiming-imingi kerja oleh Ds (20) yang diketahui merupakan orang suruhan Hk. Mereka ditawari kerja dengan upah cukup besar.
"Nah ternyata malah disuruh kerja seperti itu di tempat si pelaku," katanya.
Rahmat menambahkan orang tua salah satu korban akhirnya mengadukan peristiwa itu ke Polsek Sawah Besar. Menerima laporan itu, polisi kemudian menangkap Hk dan Ds, lalu menyerahkannya ke Polres Jakarta Pusat.
"Dia membayar anak baru gede (ABG) buat mempertontonkan payudaranya. Bahkan sampai meremas," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Rahmat.
Rahmat menambahkan korban yang sudah diketahui adalah Sum, Sel, dan Don. Ketiganya masih di bawah usia yang tinggal tidak jauh dari lokasi rumah pelaku di Jalan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Ketiga ABG itu awalnya diiming-imingi kerja oleh Ds (20) yang diketahui merupakan orang suruhan Hk. Mereka ditawari kerja dengan upah cukup besar.
"Nah ternyata malah disuruh kerja seperti itu di tempat si pelaku," katanya.
Rahmat menambahkan orang tua salah satu korban akhirnya mengadukan peristiwa itu ke Polsek Sawah Besar. Menerima laporan itu, polisi kemudian menangkap Hk dan Ds, lalu menyerahkannya ke Polres Jakarta Pusat.
Promo pijat berujung syahwat di lampu merah Jakarta
Lalu lintas di kawasan Pejaten mengarah ke Mampang, Jakarta Selatan, padat pagi itu. Di lampu merah, saat kendaraan berhenti, dua wanita muda membagi-bagikan brosur kecil.
"Promo spa dan massage 2 jam Rp 90.000. Tenaga terapis wanita, muda, cantik dan sopan. Silakan datang dan buktikan," demikian isi brosur kecil aneka warna itu.
Brosur seperti itu tidak hanya disebar di sekitar Pejaten. Di lampu merah Cililitan, Jakarta Timur, brosur serupa juga dibagikan. Demikian juga di perempatan Mampang dan perempatan Pancoran.
Merdeka.com mencoba menelusuri fenomena spa pinggir jalan itu. Benarkah hanya spa dan pijit?
Di sebuah spa di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, merdeka.com diterima Denisa, resepsionis spa. Dari luar spa itu seperti ruko biasa. Kaca tebal berwarna hitam menyembunyikan pemandangan di dalam.
Di dalam baru terlihat kamar-kamar ukuran 2X2 meter. Lengkap dengan ranjang untuk pijat berseprai batik.
Ada macam-macam paket. Mulai dari pijat kebugaran hingga pijat vitalitas. Harga paket mulai dari Rp 120.000 hingga 200.000 untuk pijat dua jam. Bisa juga jika konsumen ingin dipijat dua terapis. Terapis adalah sebutan untuk wanita pemijat.
"Harga itu belum tips untuk terapis. Tips silakan dibicarakan di dalam," kata Denisa. "Di sini tidak boleh macam-macam. Kalau, ketahuan terapis langsung dipecat," imbuh gadis cantik berambut sepunggung ini.
Denisa lalu memanggil seorang terapis. Seorang gadis muda dengan tubuh kecil bernama Nita. Dia mengaku baru sebulan menjadi terapis. Dia tampak malu-malu.
Di dalam kamar pijat, Nita bertugas memijat tamu. Mulai dari pijatan seluruh tubuh, lulur hingga memandikan tamu di bathub.
Nyatanya, belum satu jam memijat, Nita sudah menawarkan servis lebih dengan tarif tambahan Rp 300 ribu. Memang servis yang ditawarkan tak sampai hubungan badan. Tapi sudah lebih dari sekadar pijat. Hilang sudah Nita yang bergaya malu-malu. Kini dia begitu vulgar menawarkan layanan lebih.
"Kalau mau, bisa di luar kontak saja. Nanti harganya nego," kata gadis asal Tegal ini.
Di beberapa tempat spa yang lain, pemandangannya tak jauh berbeda. Begitu juga paket yang ditawarkan dan kelakuan terapisnya. Belum juga memijat 20 menit sudah menawarkan servis lebih.
Soal pijatan jangan dibandingkan dengan pemijat profesional. Wanita terapis di spa ini sebenarnya tak jago memijat. Tak mengerti soal aliran darah, urat, apalagi struktur otot. Keahlian mereka cuma menawarkan servis plus-plus.
Gasak iPod Milik Penumpang, Tatang Digiring ke Polisi
Gasak iPod milik penumpang kereta, seorang pria ditangkap satpam PT Kereta Api di Stasiun Pasar Minggu, Rabu (22/5) malam.
Dari tangan tersangka Tatang, 28, warga Jatipadang, Pasar Minggu disita barang bukti Ipod merek Apple milik Kurniawan.
Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 22.30, korban baru saja naik KRL tujuan Jakarta – Bogor. Ternyata pria yang ada di belakang korban langsung menjambret Ipod yang genggamnya.
Usai mendapat iPod itu pelaku kabur. Namun aksinya dilihat Rahmat, satpam PT Kereta Api yang mengejarnya. Tersangka akhirnya berhasil ditangkap dan sempat dihakimi massa.
Tatang kemudian dibawa ke posko untuk diperiksa. Pihak PT Kereta Api segera menghubungi petugas Polsek Pasar Minggu. Ia pun digelandang ke kantor polisi guna penyidikan.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Adri Desas Furyanto menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut
kisah pekerja sex di jakarta
Dunia hiburan yang begitu gemerlap di Jakarta, bahkan denyut nadinya nonstop selama 24 jam membuat banyak peluang bagi sejumlah orang untuk mencari nafkah.
Tidak heran bila hampir semua tempat hiburan di Jakarta sudah seperti gula dirubung semut. Tidak saja untuk para karyawannya di tempat hiburan itu, tetapi juga bagi warga di sekitar lokasi tempat dugem itu.
Dengan ramainya para clubbers yang datang, roda ekonomi pun bergerak, mulai dari tukang parkir, penjual minuman pinggir jalan, penjual makanan kaki lima, dan para pengemis jalanan akan mendapatkan rezeki guna menghidupi keluarganya.
Biaya pendidikan yang membumbung tinggi dan harga susu yang tak terbeli, membuat sejumlah tempat hiburan di Jakarta menjadi satu-satunya harapan untuk memperoleh rezeki memenuhi kebutuhan anak sekolah, membeli susu bagi yang punya bayi, dan kebutuhan lainnnya, seperti membeli beras, lauk pauk, dan membayar kontrak rumah.
Salah satu profesi yang amat menggantungkan hidupnya pada dunia hiburan malam ini adalah para perempuan pekerja malam. Mereka hidup tak ubahnya seperti kelalawar, siang untuk tidur, malam hingga pagi mereka bekerja.
Seperti yang terjadi di sebuah diskotek di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Puluhan perempuan muda dengan dengan dandanan menor, dan pakaian yang ketat terlihat seksi hilir-mudik di lantai empat diskotek yang tidak pernah sepi dari para clubbers itu.
Mereka saling berlomba memikat tamu yang datang agar mau ditemani berajojing atau tripping bareng. Bahkan sejumlah perempuan ini juga banyak menawarkan diri untuk bisa diajak kencan short time.
Sebagian besar mereka berasal dari kota-kota di Jawa Barat, seperti Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, Bandung, Ciamis. Bahkan ada juga yang berasal dari Sumatra dan Kalimantan.
Di antara ingar-bingarnya house music dan remang-remangnya ruang diskotek, para perempuan ini harus bersaing ketat mendapatkan tamu. Cara apa saja dilakukan, termasuk menenggak pil ekstasi atau ineks agar tamu juga ikut senang ditemani.
“Walaupun saya besoknya nggak bisa tidur dan gak bisa makan karena pengaruh pil itu, saya harus tetap neken, karena tuntutan pekerjaan,” ujar Lisa, seorang pekerja malam yang saya temui di lantai empat diskotek di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Perempuan berusia 18 ini mengaku baru tiga bulan tinggal di Jakarta.
“Kalau pakai Inex, nggak enak basiannya, Mas. Mata melotot melulu, susah makan, badan lemes, sengsara deh. Tapi kalau tamunya nawarin, kita terpaksa harus mau,” kata Lisa yang kos di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat itu.
Perempuan asal Indramayu itu bersama dua temannya datang ke Jakarta untuk mengadu nasib, karena susah mencari pekerjaan di daerahnya.
Ketika sampai di Jakarta, dia dan dua temannya mendapat tawaran bekerja sebagai hostes di diskotek ini, menemani tamu tripping dan kencan short time. “Yah, daripada jadi pengemis, tawaran pekerjaan itu saya terima,” ungkap Lisa.
Meski mengaku sebagai anak bandel, Lisa tetap mengirim uang Rp1 juta kepada orang tuanya di Indramayu.
“Ayah dan ibu saya di Indramayu sudah tua dan tidak bekerja lagi. Jadi satu-satunya harapan untuk mendapat uang ya dari saya ini,” papar Lisa lagi.
Menurut Lisa, kedua orang tuanya, tidak tahu kalau ia bekerja sebagai hostes di diskotek, tetapi kerja di salon di Jakarta.
Setiap bulan Lisa mendapat bayaran Rp3 juta dari pengelola diskotek. Namun, penghasilan paling besar tentu saja adalah dari tip yang diperoleh dari tamu yang ia temani.
Bagi Lisa, tiada hari libur untuk bekerja. Setiap hari ia datang ke diskotek itu pukul 21.00 sampai pukul 09.00 pagi.
“Di sini tamu banyak datang pada Rabu malam, Jumat malam dan Sabtu malam. Pada malam ramai itu saya bisa menemani atau kencan dengan 6-8 tamu,” katanya.
“Saya hanya lulusan SMA di daerah, paling-paling kalau jadi pramuniaga, gaji saya cuma satu juta, mana bisa untuk hidup di Jakarta dan bantu orang tua di kampung,” tutur Lisa lagi.
Dunia hiburan malam ini banyak memberinya uang, karena itu ia meminta jangan sering-sering ada razia, karena yang susah juga orang kecil.
“Waktu musim razia, diskotek sepi, saya nggak dapat tamu, nggak bisa kirim uang ke orang tua, dan gak bisa makan,” kata Lisa dengan nada lirih.
Shinta, 20, pekerja malam lainnya mengaku hanya dari dunia hiburan inilah ia bisa menyekolahkan dua adiknya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.
“Saya sih bercita-cita menyekolahkan adik saya sampai sarjana. Biarlah saya yang berkorban, yang penting masa depan dua adik saya bisa lebih baik,” tuturnya.
Shinta yang tinggal di mess di Mangga Besar ini terjerat dengan kemiskinan keluarganya. Makanya kerja apapun seperti melayani lelaki hidung belang harus ia lakoni agar asap dapur keluarga bisa terus mengebul.
Bagaimanakah Dia Bekerja ?
Profesi pekerja malam lainnya yang berjuang untuk mendapatkan nafkah di dunia hiburan malam adalah para penari erotis di sejumlah klub.
Indah, penari erotis di sebuah klub di Jl Hayam Wuruk mengaku mendapat honor sekali menari Rp200 ribu dari pengelola klub.
“Namun setiap kali menari, ada tamu yang royal suka memberikan tip sampai Rp300.000. Itupun saya harus rela tubuh saya digerayangi dulu,” ucap Indah.
Menurut Indah, ayah dan ibunya yang berwirasawsta membuka toko pakaian di Glodok, tidak tahu kalau anaknya menjadi penari erotis. Mereka hanya tahu anaknya bekerja sebagai kasir di restoran cepat saji.
Meski bergelut dengan dunia hiburan malam yang selalu melekat dengan narkoba, Indah mengaku tidak mau lagi memakai pil ekstasi.
“Kalau pakai Inex wajah pusat dan terlihat kusut. Ini bisa menimbulkan kecurigaan orang tua. Makanya saya gak mau lagi, walalupun dikasih. Lagi pula ayah saya seorang polisi, bisa mampus saya,” ujarnya.
Masih banyak lagi nasib perempuan muda seperti Indah dan Shinta. Setiap malam ia bertemu dengan para lelaki hidung belang yang dengan sesukanya menggerayangi tubuh mereka. Begitulah setiap malam pengorbanan yang harus ia lakukan untuk sesuap nasi, entah sampai kapan mereka bisa bertahan.
Para pekerja malam itu memang sebagian terlahir dari keluarga yang terjerat dengan kemiskinan, dan susahnya mencari pekerjaan di kota metropolitan yang kejam bagi yang tidak mempunyai ketrampilan.
Di antara mereka itu pasti ada yang pernah mencoba ekstasi. lantas kecanduan. Namun ada juga yang tidak mau mencobanya, karena tahu dampak buruk bagi tubuhnya. Namun siapa yang bisa menjamin mereka mampu bertahan dari godaan dunia malam yang memberikan dan menawarkan kesenangan dan kegembiraan.
“Kalau orang tua saya mampu membiayai kuliah, mungkin jalan hidup saya berbeda, dan saya nggak mau hidup seperti ini,” tutur Indah yang mengaku kuliah hanya sampai semester dua.
Dunia hiburan malam yang terus berdenyut di berbagai diskotek di Jakarta. Tukang ojek, sopir taksi turut kecipratan rezeki saat bubaran diskotek itu untuk mengantar para perempuan pekerja malam itu pulang ke rumah atau ke tempat kosnya.
ABG Ukraina Dipasok untuk Jadi PSK di Klub Malam Jakarta
Kepala Bagian Kejahatan Internasional, MCB Mabes Polri, Komisaris Besar Hasan Malik, menjelaskan bahwa tersangka kasus perdagangan manusia asal Ukraina memasukan wanita dari jalur gelap ke tempat hiburan di Jakarta.
"ND sudah menyelundupkan orang ke Indonesia sebanyak sembilan orang di tahun 2012. Kami masih kembangkan lagi sudah berapa lama dan sudah berapa banyak," ujar Hasan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin 11 Februari 2013.
Menurut Hasan, ND (20) merupakan mantan pacar dari SM, pelaku yang ditangkap atas kasus penculikan dan kekerasan.
Setelah dilakukan pengembangan terhadap SM, diketahui jika dia bekerjasama dengan ND menyelundupkan gadis-gadis itu. Saat ini SM sedang dalam proses ekstradisi ke Ukraina.
SM dan ND biasanya mencari korban di negara pecahan seperi Uzbekistan dan Ukraina. Mereka mencari wanita berusia 18-20 tahun yang siap bekerja di klub malam sebagai pekerja seks komersial. "Kalau untuk harga jual wanita yang diselundupkan belum diketahui, nanti akan kami kembangkan," jelasnya.
Hasan menduga ada orang lain yang terlibat dalam sindikat perdagangan manusia ini. Tapi, kata dia, polisi baru menemukan dua tersangka yakni SM dan ND.
Hasan mengatakan bahwa ND akan mengukuti proses hukum di Indonesia, kemudian akan diekstradisi ke negara asalnya dan menjalani hukuman atas kasus yang membelitnya
Alasan Wanita Suka Pergi ke Klub Malam
Pergi ke klub malam bukan hal tabu lagi dilakukan wanita di zaman modern ini. Saat ini istilah 'boys night out' juga berlaku untuk wanita. Ya, 'girls night out' sepertinya sudah menjadi kegiatan rutin bagi wanita dan teman-temannya untuk berkumpul setiap minggunya.
Banyak dari wanita memilih klub malam sebagai tempat berkumpul. Selain bisa bertemu dengan teman, di klub tersebut wanita memanfaatkan untuk bersosialisasi dengan orang-orang baru dan refreshing dari pekerjaan kantor.
Lalu, apa yang menjadi alasan utama wanita pergi ke klub malam? Namun, mendekatkan diri dengan teman bukan satu-satunya bukan alasan utama wanita pergi ke tempat dugem. Seperti survei yang dilakukan situs Askmen kepada 100 wanita, mereka mengungkapkan alasannya pergi ke klub malam. Ini dia tiga alasan utamanya.
1. Untuk bertemu pria (64%): Sebanyak 64 persen wanita mengaku alasan utama mereka pergi ke klub malam adalah untuk bertemu atau flirting dengan pria.
2. Untuk mencoba pengalaman baru (21%): Alasan kedua wanita pergi clubbing adalah untuk melihat dan merasakan pengalaman baru di sebuah klub malam.
3. Untuk bersenag-senang (12%): Bertemu dengan teman, berdansa dan menghabiskan malam dengan teman-teman Anda merupakan alasan ketiga wanita pergi ke klub malam.
4. Untuk kencan (3%): Alasan lainnya wanita clubbing adalah untuk kencan dengan kekasihnya.
Alasan pertama wanita itulah yang sering disalah artikan pria. Tidak semua wanita yang pergi ke klub malam atau sekalipun mereka beralasan ingin mencari pria baru dapat disebut sebagai wanita 'murahan'.
Di zaman modern saat ini, pikiran wanita lebih terbuka. Sekedar flirting atau membuka diri terhadap pria yang baru dikenalnya bukan lagi diartikan wanita tersebut bisa langsung 'digaet' oleh pria. Nah, untuk mengetahui tipe-tipe wanita yang ada ke klub malam, ini dia.
1. Elegan
Wanita tipe ini tidak berniat pulang dengan pria lain dan tetap sadar atau tidak mabuk sampai ia tiba di rumah. Ciri-cirinya, mereka anggun, menggunakan busana sedikit seksi, namun tetap anggun. Wanita tipe elegan juga tidak minum alkohol terlalu banyak, bahkan mereka hanya minum minuman bersoda.
2. Penggoda
Wanita tipe ini, datang ke klub memang berniat untuk menarik perhatian pria. Mereka terlihat percaya diri untuk menari dan melempar senyum, bahkan memulai percakapan dengan pria.
3. Pemalu
Meski pemalu, namun tetap saja wanita suka jika ada pria yang mendekati mereka. Walau begitu mereka tidak akan berani memulai percakapan terlebih dahulu. Untuk menarik perhatian pria, wanita tipe pemalu tidak pernah lepas dari gerombolan temannya. Mereka biasanya hanya menatap satu pria dan sangat berharap pria tersebut mendatanginya
Ancam Mau Kawin Tewas Ditusuk Suami
Mahligai rumah tangga Romad Siagian, 37, dan istrinya Ny. Runggu Dompel tampaknya sudah mulai retak. Mereka sering cekcok terkait soal ekonomi.
Klimaks pertengkaran mulut yang paling menyakitkan istri terjadi pada 26 Juli lalu di rumahnya di bilangan Jalan Swadaya, Cilangkap, Jakarta Timur. Kepala korban digetok hingga tak sadarkan diri. Akibatnya Rimad diadili dan dituntut 10 tahun penjara.
Di hadapan majelis hakim diketuai Haribudi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (11/12), Jaksa Ade Rohimah menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 44 UU No. 23/2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Perbuatan ini dilakukan setelah terdakwa cekcok dengan korban,” ucap jaksa dalam dakwaannya sambil menyebutkan dalam cekcok itu mereka saling mengancam. Si istri mengancam akan menikah lagi bila terdakwa tidak mau bekerja.
ALASAN SAKIT
Cekcok pasangan suami istri yang sduah dikarunia dua anak ini memang terjadi karena si suami tidak bekerja dengan alasan sakit. Ny. Runggu tampak kesal alasan yang sering dilontarkan suami, sehingga ia melontarkan yang menyakitkan suaminya.
”Kalau kamu tidak mau bekerja dengan alasan sakit, dua anak akan saya titipkan ke panti asuhan dan saya akan kawin lagi,” gertak korban.
Mendengar ucapan ini terdakwa naik pitam. Ia lalu mengambil
balok dan digetokkan ke kepala belakang istrinya hingga sampai pinsan.
Karena kurang puas terdakwa kemudian dengan sebilah pisau, perut isterinya ditusuk hingga luka parah. Nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke rumah sakit.
Terdakwa sempat tidak ditahan ketika dalam proses penyidikan dengan alasan karena ada kelainan. Namun majelis hakim berpandangan lain, sehingga terdakwa kini harus menjadi penghuni ‘hotel prodeo,’ alias dipenjara
Penari Telanjang di Jakarta
Penari Telanjang di Jakarta - Polisi menetapkan 16 penari telanjang dari Golden Hands Hotel and Spa sebagai tersangka kasus pornografi dan pornoaksi. Selain itu, empat koordinator penari dan seorang disc jockey (DJ) juga dijerat dalam kasus yang sama.
Mereka kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Utara. "Total ada 21 orang Mereka kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Didi Hayamansyah saat dihubungi, Senin, 27 Februari 2012.
Menurut Didi, mereka akan dijerat dengan Pasal 34, Pasal 35, dan Pasal 36 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Anti-pornografi dan Pornoaksi serta Pasal 281 ayat 1e KUHP tentang Kesusilaan.
Sementara itu, polisi masih terus mendalami kasus ini. "Bagaimana modusnya, pembagian fee, itu masih kami dalami. Yang jelas sudah ada indikasi ke sana (pornografi dan pornoaksi)," kata Didi.
Sebelumnya aparat Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan belasan wanita yang berprofesi sebagai penari telanjang di Hotel Golden Hands and Spa, Ruko Puri Delta Mas Blok B Nomor 7, Jalan Bandengan Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu, 22 Februari 2012 malam. Selanjutnya kasus ini dilimpahkan ke Subdirektorat Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan akhirnya dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara sesuai tempat kejadian perkara pada Kamis, 24 Februari 2012.
Keberadaan penari telanjang Indonesia terutama dikota-kota besar seperti Jakarta memang sudah menjadi rahasia umum.
Usai Diambil Nikmat Lalu Dipecat
SUNGGUH kasihan nasib Indri, 20, buruh garmen dari Semarang ini. Sebagai tenaga kerja wanita, akhirnya dia malah menjadi korban “tenaga kuda” atasannya. Paling tragis, setelah Indri kenyang diambil nikmat, bahkan sampai hamil 7 bulan, enak saja bos Hadi, 47, memecatnya.
Di mana saja perempuan cantik memang banyak godaan. Maka meski kecantikan itu sendiri sebuah karunia Illahi, jika tak mampu menjaganya, akan menjadi petaka bagi pemiliknya. Perempuan jelek bisa jalan bebas tanpa godaan, perempuan cantik di mana-mana ketemu sambang dalan (gangguan). Mending jika sekedar disuat-suit, banyak pula yang dicolak-colek bahkan sampai usaha perkosaan.
Gadis Indri termasuk wanita yang celaka akibat kecantikannya. Awalnya sih dia sangat bergembira, karena kecantikannya pula dia bisa diterima dengan mudah di perusahaan garmen. Eh nggak tahunya, ada udang di balik batu. Juragan Hadi dengan cepat menerimanya bekerja, karena dia ada target syahwat di belakangnya. Maksudnya, selain sebagai tenaga kerja, Indri hendak pula dijadikan pelampiasan “tenaga kuda”.
Indri memang gadis yatim piatu. Dalam usia masih anak-anak dia harus ditinggal mati kedua orangtuanya. Karenanya dia kemudian diasuh oleh kakaknya di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Dia disekolahkan dari SD hingga tamat SMA. Sayangnya, karena modal cekak sang kakak tak mampu membiayai hingga perguruan tinggi. Jika sudah begini, mana lagi tujuannya jika tak masuk Fakultas Pabrik di kotanya.
Kebetulan di dekat rumahnya terdapat pabrik garmen. Iseng-iseng Indri melamar ke sana. Rupanya Hadi selaku juragan sangat tertarik pada penampilan gadis itu, sehingga tanpa melalui tes bertele-tele dia langsung diterima bekerja. Pekerjannya tiap hari hanya jahit menjahit, melayani pesanan bikin baju dan jaket berbagai instansi dan lembaga.
Sesuai dengan target semula, Hadi diam-diam mencoba mendekati Indri. Tanpa tujuan yang jelas dia suka dipanggil khusus ke ruang kerjanya. Eh tak tahunya, di sana Indri dirayu-rayu agar mau disetubuhi. Katanya, nanti dia akan diambil sebagai istri definitip dengan segala fasilitasnya. “Sekali kamu kunikahi, kamu takkan kusia-siakan. Aku kan bukan bupati Aceng Fikri….,” begitu kira-kira kiat Hadi meyakinkan Indri.
Sekali dua kali Indri masih menolak. Tapi lantaran juragan Hadi terus gencar merayu, akhirnya gadis itu bertekuk lutut dan berbuka paha juga. Inilah kali pertama juragan garmen itu “mbelah duren” jatohan, yang harum bahunya dan tebel-tebel dagingnya. Sampai capek Indri diklamuti bak duren sungguhan.
Sejak itu Indri sudah menjadi “menu” rutin juragan Hadi. Entah berapa kali dia digauli, tahu-tahu buruh garmen itu hamil 7 bulan. Seperti lazimnya korban penjahat kelamin, Indri juga minta pertanggungan jawab Hadi. Sayangnya bos garmen itu ingkar janji. Bukannya membawa gadis itu ke KUA dan didaftarkan sebagai calon mempelai, bahkan diberi surat pemecatan dengan alasan bisa merusak citra perusahaan.
Atas kesewenang-wenangan ini keluarga Indri masih mencoba jalan damai. Jika tetap mentok, Hadi akan dilaporkan ke DPRD Semarang dan Polres. Namun katika dikonfirmasi juragan itu sendiri selaku pihak terkait, dia membantah akan laporan Indri. Katanya, sama sekali dia tak menelantarkan bekas buruhnya. “Dia sudah saya kawin siri, dan selalu saya bantu keuangannya kok,” kilah Hadi.
Bantu keuangan atau goyangan, hayo….!!!
Istri Ngebon `Pemain`
DEMAM Piala Eropa ternyata juga dimanfaatkan para praktisi selingkuh. Ny. Yuliani, 20, dari Pidie (Aceh) ini misalnya, di kala suami asyik nobar Piala Eropa di rumah tetangga, dia malah ngebon “pemain” asing di kamarnya. Dan inilah yang terjadi, bola di TV belum juga goal, di kamar Yuliani kedudukan sudah 1-0.
Untuk meningkatkan mutu dan gengsi sebuah klub bola, ngebon atau transver pemain asing yang terkenal sudah biasa dilakukan. Namun ternyata, bukan saja dunia bola, transver pemain biasa juga dilakukan dalam dunia perselingkuhan. Tak puas dengan kinerja suami dalam urusan ranjang, banyak perempuan yang ngebon “pemain” asing ke dalam ranjangnya. Prestasinya memang cenderung luar biasa. Si pemain sangat lihai menggiring “bola”, sehingga berhasil mencetak gol-gol yang spektakuler.
Yuliani warga Dayah Caleu, Pidie Aceh, rupanya termasuk wanita yang tak puas dengan kinerja suami dalam urusan “bola”. Permainannya sangat monoton. Jarang sekali Umar, 26, bisa melakukan tendangan dua belas pas, dan dia juga tak kenal tendangan plintiran, sehingga cara membawa bola mudah ditebak. Paling bikin Yuliani kesal, jantung sudah kadung deg-degan, ternyata tembakan Umar meleset. “Sayang saudara saudara, pemain dengan nomer punggung sembilan gagal mencetak gol.” kata Sambas Atmadikarta di radio.
Tetapi, meski “main bola” kurang becus, Umar sangat gemar nonton bola, khususnya Piala Dunia dan Piala Eropa. Di kala musiam Piala Eropa sekarang ini, dia juga gemar nobar di rumah tetangga yang punya teve wide screen. Dia tak peduli dengan istri yang kesepian di rumah, dan terus memelototi layar teve sambil teriak-teriak bersama para tetangga.
Namun sesungguhnya Yuliani juga tak sepi-sepi amat. Karena dia berhasil menyulap kendala itu menjadi sebuah peluang. Terus terang saja, semenjak kinerja lakinya kurang memuaskan, diam-diam Yuliani ngebon “pemain” asing dari lain kampung. Di hari-hari biasa mereka kencan di tempat jauh. Tapi sejak ada Piala Eropa, sengaja Yuliani membawa gendakannya ke dalam rumah. “Suamiku nonton bola di rumah tetangga, kita main bola sendiri,” kata Yuliani meyakinkan sang PIL.
Sebenarnya sangat riskan “main bola” di kandang lawan. Tapi karena Yuliani menjamin bahwa semua baik-baik saja adanya, Suhud, 24, memberanikan diri juga, itung-itung uji nyali. Maka menjelang pertandingan Inggris – Itali 25 Juni lalu, Suhud sudah deg-degan menunggu perintah lewat SMS, kapan dia bisa masuk ke arena lapangan kasur.
Nah, sekitar pukul 24.00 Umar pun pamit istri mau nobar di rumah tetangga. Bersamaan dengan perginya suami, Yuliani segera kontak sang PIL untuk segera merapat. Beberapa menit kemudian, istri Umar ini sudah asyik dengan “pemain” trasverannya. Dan ternyata Suhud memang pemain hebat, di TV bola masih stand 0-0, di kamar Yuliani kedudukan sudah 1-0.
Celakanya, usia “pertandingan” Suhud tidak segera kabur, malah ketiduran di sebelah Yuliani. Akibatnya, saat Umar pulang dari nobar jadi memergoki betapa Suhud kelonan dengan Yuliani. Langsung saja dia teriak, sehingga warga berdatangan. Saat diperiksa pengurus RT, Suhud jawabnya muter-muter. Umar yang emosi segera menghajarnya hingga babak belur. Dengan wajah simpang siur barulah PIL istrinya itu diserahkan ke Polres Pidie.
Untung “bola”-nya nggak dijadikan barang bukti.
Gagal `Ngebon` Bekas Istri
JIKA talak sudah jatuh dan disahkan oleh Pengadilan Agama, putuslah hak dan kewajiban lelaki pada bekas istrinya. Tapi Nasiri, 50, dari Pidie (Aceh) ini lain. Ny. Cut Zahro, 45, bukan lagi istrinya, dia masih mau minta “jatah”. Warga yang memergoki langsung memandikannya dalam air comberan!
Ketika masih menjadi suami istri, suami bisa minta “jatah” kapan saja dan di mana saja pada istri, kalau perlu sambil minum Coca Cola. Tapi saat talak satu sudah jatuh, yang tadinya halal menjadi haram dilakukan. Apa lagi yang talak tiga, untuk kembali bisa halal, mantan istri tersebut harus dinikah dulu oleh lelaki lain. Setelah diceraikan, baru dia bisa nikahi lagi itu bekas istri sehingga jadi halalan tayiban.
Tapi Nasiri dari Keude Tangse, Pidie, mau gampangnya saja. Mentang-mentang Cut Zahro adalah bekas istri sendiri, dia merasa boleh “mengunjungi” kapan saja dan dari mana saja, karena dia merasa wanita itu masih ladangnya juga. Tapi belum sampai keduanya berbuat, ketahuan warga. Nah, Nasiri yang sempat kabur dikejar dan begitu dapat segera dimandikan di depan kantor polisi.
Entah apa penyebabnya, pasangan bahagia Nasiri – Cut Zahro bercerai 6 bulan lalu, yang sudah disahkan oleh Pengadilan Agama Pidie. Karena dalam kondisi emosi, si lelaki berfikir: buang satu wanita, akan datang 1000 wanita yang siap dinikahinya. Tapi nyatanya, jangankan seribu, satu saja tak ada wanita pengganti yang mau dijadikan istri Nasiri. Maklumlah, dia bukan lelaki tampan, tidak pula kaya. Kendala paling utama, dia juga sudah tergolong tua.
Lantaran tak ada yang datang, Nasiri mencoba mendatangi dan mendekati sejumlah wanita. Tapi sial, tak satupun yang bersedia jadi istri dia. Semua menolak, dengan alasan: “Enaknya nggak seberapa, tapi harus sengsara cari makan sendiri. Ogah ah….!”
Sebagai lelaki normal, seminggu saja puasa wanita sudah kelimpungan, apa lagi ini sampai 6 bulan. Kepala Nasiri pun jadi cekot-cekot. Katanya kalau sudah puasa, nafsu bisa diturunkan dan dikendalikan, tapi kenapa ini malah semakin menggebu? Kenapa ya, sudah menggigit paha ayam goreng saat berbuka, kok masih juga membayangkan ……paha seorang wanita?
Rupanya Nasiri sudah tak mampu lagi mengendalikan gejolak rindu wanitanya. Lantaran tak ada lagi tokoh alternatif, sebelum sahur diam-diam dan tanpa malu-malu dia mengendap-ngendap mendatangi rumah bekas istrinya, yang memang masih tinggal satu desa. Tapi sial, rupanya gerak-gerik Nasiri terpantau oleh para tetangga yang sibuk mempersiapkan sahur. Maka sejumlah orang pun mendobrak rumah Ny. Cut Zahro.
Mungkin karena kasihan, atau dia sendiri juga kepengin, Cut Zahara siap hendak melayani hasrat bekas suami. Tapi belum juga kesampaian, mendadak terdengar pintu digedor-gedor orang. Buyarlah konsentrasinya. Nasiri menyelamatkan diri lompat jendela. Tapi masa terus memburunya. Tanpa makan waktu lama dia berhasil ditangkap dan dibawa ke Polsek Tangse. Sebelum diserahkan petugas, Nasiri diceburkan ke got dan dimandaikan bak kerbau.
Dalam kondisi basah kuyup dan bau, Nasir hanya diperiksa sebentar. Karena belum ada ditemukan bukti mesum, akhirnya dilepaskan dan dipersilakan pulang. Seminggu sekali diwajibkan lapur, untuk memantau apakah dia masih mau mengulangi usaha kejahatannya, atau tidak.
Pulang sono, mumpung waktu imsak belum tiba.
Gelapnya Mata Istri Pecemburu
REBUTAN lelaki membuat wanita suka mata gelap. Lihat saja kelakuan Ny. Kasminah, 40, dari Situbondo (Jatim) ini. Baru mendengar suami “ada main” dengan Ny. Maryati, 35, tetangganya, langsung kalap. Di kala perempuan itu menggendong anaknya, Udin, 7 bulan, langsung dibabat clurit bahunya. Ibu dan anak masuk rumah sakit, sementara Kasminah masuk sel Polsek Mangaran.
Stok lelaki sampai Lebaran dan Tahun Baru kapan pun tak pernah kekurangan. Tapi kenapa kaum wanita suka memperebutkan lelaki? Mbok ya sudah, jika lelaki yang satu diambil orang, ambil lain lagi kenapa? Bila semua wanita saling pengertian begini kan bakal damai di bumi dan damai di langit. Tak perlu lagi dengan tetangga sendiri bacok-bacokan hanya karena urusn lanangan (lelaki).
Tapi nanti dulu! Lelaki kan bukan kambing, maka biar jenggot dan “terpedo”-nya sama, tapi daya tariknya kan beda-beda. Di sini ada cinta, di sini ada kecocokan jiwa. Maka ketika mau direbut orang ya musti dipertahankan. Apa lagi lelaki macam Tambiyo. 45, ini jadi sumber nafkah keluarga sehari-hari, maka Kasminah perlu mempertahankan mati-matian. Orang Jawa kan punya filosofi, “Sadumuk bathuk senyari bumi (urusan wanita atau lelaki dibelai sampai mati)…..!”
Di kampungnya, Tanjungkamal, Kecamatan Mangaran, Situbondo; Tambiyo memang dikenal sebagai lelaki yang suka cengengesan, khususnya bila ketemu wanita cantik barang sedikit. Jika ketemu perempuan yang cocok dengan seleranya, dia suka ngobrol dan berhaha hihi sampai lama, tak peduli itu sangat menyakitkan hati istrinya. Para tetangga seringkali mengingatkan, mbok jaga perasaan istri barang sedikit. Tapi jawab Tambiyo malah ketus, “Nek cemburonan ya tak pegat sisan (kalau cemburuan saya cerai sekalian).”
Alkisah, belakangan ramai digosipkan orang bahwa Tambiyo sedang ngglibeti Ny. Maryati, janda muda beranak satu. Orangnya memang manis, mudah bergaul, entah kalau…. digauli! Warga sering mendapati Tambiyo – Maryati suka ngobrol-ngobrol berdua. Sejak itu para pengamat di kampung menganalisa bahwa Tambiyo sedang “ada main” dengan Maryati. Ketika berita itu mampir ke kuping Kasminah, tentu saja dadanya jadi mengkap-mengkap macam kap mobil.
Kasminah pernah klarifikasi pada suami, tapi dibantah bahwa dia selingkuh dengan janda muda itu. “Memangnya ngobrol sama janda melanggar UU, pasal berapa?” begitu kata Tambiyo. Demikian juga Maryati, ketika ditanya soal ini juga menepiskannya. Katanya malah, meski janda dia tidak gatel-gatel amat. “Kalau saya mau, masih banyak lelaki yang lebih keren dari Tambiyo, Mbak…..!” ledek Maryati yang bikin Kasminah skakmat.
Sejak itu Kasminah – Maryati neng-nengan (tidak tegur sapa). Namun demikian isyu di luar tak juga reda bahwa Maryati – Tambiyo membangun koalisi ranjang. Lantaran hatinya marah tapi tak ada penyaluran, Kasminah jadi kalap. Saat melihat Maryati pulang dari pasar sambil menggendong bayinya, langsung saja disabet clurit kena pundak, cross! Paling tragis, bayi Udin yang tak tahu urusan orangtuanya, nangis njempling-njempling karena kena bacok pula.
Ibu dan anak itupun dilarikan ke RSU Abdulrakhim, Situbondo. Sedangkan Ny. Kasminah, sebelum kabur ditangkap warga ramai-ramai dan diserahkan ke Polsek Mangaran. Dia bersikeras menuduh, suaminya tak sayang lagi pada dirinya karena terpikat pada janda Maryati. “Kalau bapak jadi saya, coba bayangin…..!” kata Kasminah cari simpati.
Ya ogah, lelaki kok suruh jadi wanita, pipisnya jadi kagok.
Kehidupan Malam Jalan Tubagus Angke
Jalan Tubagus Angke, tepat di sepanjang Jembatan Genit, para pekerja seks komersial mulai menjalankan aktivitasnya. Mereka mulai beraksi selepas adzan maghrib.
Tenda-tenda berukuran kecil di pinggiran kali yang merupakan tempat transaksi seksual tetap berdiri dengan kokoh menemani puluhan kupu-kupu malam yang sebagian besar merupakan wanita paruh baya.
Dandan para wanita paruh baya itu rada menor. Mereka agresif menjajakan diri ke lelaki hidung belang. Betah menunggu tamu hingga dini hari.
Apalagi di sepanjang jalan tubagus angke berjejer tempat hiburan malam yang setiap malam selalu ramai pengunjungnya,mulai dari cafe dangdut , karaoke hingga diskotik yang setiap malam buka hingga hari menjelang pagi,dengan tarif murah mereka menawarkan diri kepada setiap pengendara yang melintas,masing masing mempromosikan diri tentang servis yang di berikan kepada calon pelangganya.
biasanya kalau sampai dini hari mereka tidak mendapat pelanggan mereka akan masuk ke tempat tempat hiburan yang ada di sekitar situ untuk mencari pelanggan di dalam tempat hiburan tersebut,karena biasanya pria yang masuk ke tempat hiburan bisa di pastikan mereka menenggak minuman keras hingga mabuk.
umumnya para lelaki yang sudah mabuk kalau di dekati wanita akan mudah di rayu untuk di ajak kencan.
Dan pekerjaan itu dilakukan saban hari.
Aktifitas terlarang ini baru akan sepi jika Sudin Sosial ataupun petugas trantib dari pemeritah DKI Jakarta datang ke sana melakukan razia. Tapi sebelum petugas datang, para wanita belia itu sudah berhamburan.
Subscribe to:
Posts (Atom)

![SAMSUNG Galaxy Star [S-5282] - White SAMSUNG Galaxy Star [S-5282] - White](http://www.bhinneka.com/Data/image_product/SAMSUNG-Galaxy-Star-[S-5282]-White-SKU01013662_0.jpg)

